Internet of Bodies Ketika Tubuh Manusia Terhubung ke Dunia Digital
Dalam era revolusi digital, istilah Internet of Things (IoT) sudah tidak asing lagi. IoT menghubungkan berbagai perangkat fisik—seperti mobil, rumah, dan mesin ke jaringan internet agar dapat saling berkomunikasi dan berbagi data. Namun, kini muncul perkembangan yang lebih maju dan sensitif Internet of Bodies (IoB). Konsep ini mengacu pada sistem di mana tubuh manusia menjadi bagian dari jaringan digital melalui perangkat yang dapat di pakai, ditanam, atau bahkan tertanam di dalam tubuh. Fenomena ini membuka peluang besar di bidang kesehatan dan efisiensi hidup, namun juga menimbulkan tantangan besar dalam hal privasi, keamanan, dan etika.
Apa Itu Internet of Bodies?
Internet of Bodies adalah cabang dari IoT yang berfokus pada konektivitas antara tubuh manusia dan internet. Teknologi ini bekerja dengan mengumpulkan data biologis, fisiologis, atau perilaku seseorang melalui sensor dan perangkat yang dapat memantau kondisi tubuh secara real-time. Perangkat IoB dapat di bedakan menjadi tiga kategori utama:
-
Perangkat eksternal, seperti smartwatch, gelang kebugaran, dan monitor detak jantung.
-
Perangkat internal, seperti alat pacu jantung digital, implan insulin, atau mikrochip yang ditanam di bawah kulit.
-
Perangkat tertanam, yang menggabungkan tubuh manusia dengan sistem digital secara langsung, misalnya melalui antarmuka otak-komputer (brain-computer interface).
Dengan adanya IoB, tubuh manusia secara harfiah menjadi sumber data yang terus menerus memberikan informasi ke jaringan digital. Informasi ini dapat di gunakan untuk memantau kesehatan, mendeteksi penyakit lebih dini, hingga meningkatkan efisiensi layanan medis.
Manfaat Internet of Bodies
Salah satu sektor yang paling d iuntungkan dari IoB adalah kesehatan. Melalui pemantauan biometrik secara terus-menerus, dokter dapat memperoleh data pasien secara real-time tanpa harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Contohnya, penderita diabetes dapat menggunakan perangkat yang mengukur kadar gula darah dan mengirimkannya langsung ke aplikasi kesehatan, sehingga pengobatan bisa di sesuaikan lebih cepat dan akurat.
Selain itu, IoB juga berpotensi meningkatkan keselamatan kerja. Dalam industri berat, misalnya, sensor yang terhubung ke tubuh pekerja dapat mendeteksi kelelahan ekstrem, suhu tubuh berlebihan, atau paparan zat berbahaya. Sistem ini bisa memberikan peringatan dini agar kecelakaan kerja dapat di hindari.
Di bidang militer dan olahraga, teknologi ini juga sudah mulai diterapkan untuk memantau performa fisik, tingkat stres, dan kebugaran tubuh secara detail. Dengan demikian, keputusan taktis dan strategi pelatihan bisa dilakukan berdasarkan data nyata, bukan asumsi.
Risiko dan Tantangan
Meski menjanjikan banyak manfaat, Internet of Bodies menyimpan tantangan serius, terutama dalam hal privasi data dan keamanan siber. Karena IoB melibatkan data biologis yang sangat sensitif, kebocoran atau peretasan sistem bisa berdampak fatal. Bayangkan jika data medis seseorang—seperti riwayat penyakit atau DNA—jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab. Penyalahgunaan data tersebut bisa menimbulkan diskriminasi, manipulasi, bahkan pemerasan.
Selain itu, terdapat pula dilema etika dan sosial. Apakah manusia akan tetap memiliki kendali penuh atas tubuhnya ketika sebagian besar fungsi vitalnya terhubung ke sistem digital? Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan algoritma pada perangkat medis yang tertanam di tubuh seseorang? Pertanyaan-pertanyaan ini menunjukkan bahwa IoB tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang hak asasi manusia dan kebebasan individu.
Dari sisi regulasi, banyak negara masih belum memiliki kerangka hukum yang jelas untuk mengatur penggunaan IoB. Tanpa regulasi yang memadai, pengembangan teknologi ini berisiko menimbulkan ketimpangan sosial—di mana hanya kalangan tertentu yang dapat mengakses manfaatnya, sementara kelompok lain justru menjadi objek pengawasan digital.
Baca juga: Tren Teknologi Website Terbaru 2025 Inovasi, Kecepatan
Internet of Bodies adalah tonggak baru dalam evolusi hubungan manusia dan teknologi. Ia membawa potensi luar biasa untuk meningkatkan kualitas hidup, memperpanjang usia manusia, dan menciptakan sistem kesehatan yang lebih cerdas. Namun, di balik kemajuan itu, tersimpan tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan, etika, dan privasi pengguna.